Text
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA PADA NY. A G1P0A0 USIA KEHAMILAN 39-40 MINGGU, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS, DAN PELAYANAN KONTRASEPSI DI PMB “S” WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGANJUK
Primigravida merupakan proses yang dialami wanita di mulai dari konsepsi sampai lahirnya janin yang dihitung dari pertama haid terakhir dan terjadi pada ibu hamil pertama. Kehamilan ini merupakan pengalaman pertama kali dalam periode kehidupannya, sehingga situasi tersebut dapat menyebabkan perubahan drastis, baik pada fisik maupun psikologisnya. Pada proses kehamilan, persalinan dan nifas umumnya merupakan suatu kejadian fisiologis yang normal, wanita akan mengalami berbagai masalah kesehatan dan kurangnya pengetahuan maka sering menimbulkan cemas, kekhawatiran dan gangguan tidur. Tujuan umum untuk memberikan asuhan kebidanan secara Tujuan asuhan kebidanan untuk mengantisipasi Ketidaknyamanan primigravida yang dilamami pada kehamilan TM III, persalinan, nifas, neonatus, dan pelayanan kontrasepsi secara Continuity of Care
Metode asuhan kebidanan yang diberikan yaitu dengan memberikan asuhan kebidanan secara berkelanjutan (Continuity of care) serta penyajian data asuhan kebidanan menggunakan bentuk dokumentasi SOAP.
Pada masa kehamilan dilakukan 2 kali kunjungan. Kunjungan pertama Ny. A ditemukan keluhan nyeri punggung. Hasil pemeriksaan didapatkan dalam batas normal,TFU 31 cm, DJJ (+) 140 x/ menit , nilai KSPR 2 Analisis G1P0A0 usia kehamilan 36-37 Minggu nyeri punggung. Asuhan yang diberikan HE tentang penyebab nyeri punggung dan pentingnya konsumsi terapi yang diberikan bidan. Kunjungan kedua mengeluh sakit perut bagian bawah (kenceng-kenceng) yang terkadang hilang-timbul, Asuhan yang diberikan dengan pemberian HE tentang keluhan nyeri perut.
Pada persalinan kala I sampai kala IV dilakukan pertolongan persalinan secara APN, bayi lahir menangis kuat dan bergerak aktif, Jenis kelamin perempuan, BB 2800 gram, PB 49 cm, IMD berhasil pada menit ke 45 tidak ditemukan perdarahan abnormal serta bayi dilakukan asuhan sesuai standart. Masa nifas dilakukan 3 kali kunjungan, pada kunjungan pertama didapatkan keluhan perut mulas. Asuhan yang diberikan HE tentang penyebab dan cara mengatasi perut mulas, pemberian ASI secara eksklusif dan pola nutrisi, serta mengingatkan ibu untuk menjaga personal hygiene dan rajin untuk membaca buku KIA. TFU tidak teraba pada hari ke 29.
Pada neonatus dilakukan kunjungan sebanyak 3 kali, pada kunjungan pertama ditemukan keluhan bayi sering menangis dan rewel. Asuhan yang diberikan menjelaskan penyebab bayi sering menangis dan cara mengatasinya, perawatan tali pusat dan HE ASI eksklusif. Pada kunjungan kedua dan kunjungan ketiga didapatkan bayi tidak ada masalah dan tali pusat terlepas pada hari ke 7. Asuhan yang diberikan yaitu ibu dianjurkan untuk tetap menyusui bayinya 2 jam sekali, menjaga kebersihan genetalia bayi, BB terakhir kunjungan 3300 gram. Asuhan yang diberikan yaitu ibu dianjurkan untuk pemberian ASI eksklusif dan imunisasi sesuai dengan sesuai buku KIA. Pada kunjungan KB ibu berencana menggunakan KB IUD untuk mengatur jarak kehamilan dan tidak mengganggu pengeluaran ASI. Ibu mengetahui tentang KB IUD dari saudaranya dan suami menyetujui dan menghendaki ibu menggunakan KB IUD pasca melahirkan. Asuhan yang diberikan pada ibu yaitu konseling khusus mengenai cara kerja, manfaat, dan efek samping metode kontrasepsi IUD,dan pemasanga KB IUD pasca melahirkan.
Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. A dari kehamilan trimester III sampai dengan pemilihan kontrasepsi secara continuity of care berjalan dengan normal dan tidak terdapat kesenjagan antara fakta dan teori. Berdasarkan kesimpulan diatas diharapkan bidan tetap memberikan asuhan kebidanan secara berkelanjutanpada ibu hamil, melahirkan, nifas, neonatus sampai dengan pemilihan pelayanan kontrasepsi. Ibu sebaiknya mengimunisasikan secara rutin sesuai jadwal dan membaca buku KIA dengan tujuan ibu secara mandiri dapat mengantisipasi masalah pada dirinya dan bayinya.
Tidak tersedia versi lain