Text
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTANPADA NY. S G1P₀00 DENGAN PRIMI TUA USIA KEHAMILAN 39-40 MINGGU, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS, DAN PELAYANAN KONTRASEPSI DI BPM “B” WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANGO
Primi gravida tua adalah kondisi dimana seorang wanita mengalami kehamilan pertamanya pada usia diatas 35 tahun. Primigravida tua memiliki resiko tinggi dalam kehamilannya seperti resiko kejadian preeklamsia. Usia lebih dari 35 tahun elastisitas jantung sudah mulai menurun, selain itu pada usia tersebut juga memiliki kencenderungan masalah obesitas yang lebih tinggi. Hal ini dapat mengancam jiwa dan kesehatan ibu maupun bayi. Untuk itu diperlukan asuhan kebidanan yang berkesiinambungan (Continuity of Care) mulai dari kehamilan, persalinan nifas, asuhan neonatus dan pelayanan kontrasepsi, dengan deteksi masalah dan mencegah komplikasi.
Metode yang digunakan terdiri dari desain dengan memberikan asuhan pada ibu dengan kehamilan primigravida tua secara continuity of care, sasaran asuhan kebidanan secara continuity of care ditunjukan kepada seorang ibu hamil fisiologis trimester III (usia kehamilan 28-42 minggu), bersalin dan BBL, neonatus, nifas, dan pelayanan keluarga berencana, Dalam pemberian asuhan data yang diperoleh berasal dari sumber data primer dan data sekunder, tehknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari anamnesa, observasi dan studi kasus, dan Analisis yang digunakan dalam asuhan ini yaitu dengan menentukan diagnose dan masalah.
Asuhan kebidanan pada kehamilan Ny. S G1P0A0 dengan primi tua usia kehamilan 36-37 minggu, janin tunggal, hidup, intra uteri, letak kepala. Kunjungan dilakukan 2x, pada kunjungan pertama terdapat keluhan nyeri punggung saat berjalan dan bangun tidur. Pada kunjungan kedua Pada kunjungan kedua ibu mengeluh nyeri punggung dan sakit perut bagian bawah (kenceng-kenceng) yang terkadang hilang-timbul, setelah dilakukan asuhan kebidanan masalah dapat teratasi dan kehamilan dapat berjalan dengan normal dan tidak terjadi komplikasi kehamilan.
Pada persalinan dilakukan penatalaksanaan sesuai APN 60 langkah dan proses persalinan berjalan secara normal. Bayi lahir jenis kelamin laki-laki menangis kuat, bergerak aktif BB 2800, PB 49 cm, placenta lahir lengkap,tidak terdapat laserasi. Persalinan berjalan dengan normal serta tidak tidak ditemukan komplikasi.
Pada ibu nifas dilakukan kunjungan sebanyak tiga kali, involusi dan perdarahan pada masa nifas berjalan dengan normal. TFU tidak teraba pada hari ke 29 Ibu dapat menyusui bayinya dengan lancar dan tidak terjadi perdarahan abnormal.
Pada neonatus telah dilakukan kunjungan sebanyak tiga kali sesuai standart, Pada kunjungan pertama ditemukan keluhan bayi sering rewel, BB tidak mengalami penurunan. Bayi diberi ASI eksklusif, terjadi kenaikan BB 3300 gram dan tidak ditemukan komplikasi pada bayi.
Pada keluarga berencana Ny. S mendapatkan konseling tentang berbagai macam alat kontrasepsi dan ibu berencana untuk suntik 3 bulan
Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. S dari kehamilan trimester III sampai dengan pemilihan kontrasepsi secara continuity of care berjalan dengan normal. Pencegahan Covid-19 tetap diperhatikan dengan cara selalu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain. Untuk itu diharapakan bidan dapat lebih meningkatkan asuhan kebidanan dengan prinsip Continuity of Care yaitu pelayanan secara berkesinambungan yang dilakukan oleh bidan dengan tujuan mendeteksi komplikasi yang menyertai kehamilan sehingga dapat dicegah sedini mungkin.
Tidak tersedia versi lain