Text
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. S PRIMIGRAVIDA USIA KEHAMILAN 31-32 MINGGU, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS, DAN PELAYANAN KONTRASEPSI DI BPM ”NH” WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOCAH BANGKALAN
Proses kehamilan, persalinan dan nifas merupakan suatu kejadian fisiologis, tetapi tidak menutup kemungkinan timbulnya berbagai masalah kesehatan dan kurangnya pengetahuan, yang sering menimbulkan cemas dan kekhawatiran umumnya kecemasan merupakan salah satu gangguan emosional yang sering dialami ibu hamil, terutama pada primigravida. Asuhan berkelanjutan pada kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, neonatus sampai pelayanan kontrasepsi sesuai standart sangat diperlukan untuk meningkatkan kemandirian ibu dalam merawat kehamilannya melalui program ANC terpadu, yang melibatkan tenaga kesehatan yang lain seperti peugas gisi, analis, kesehatan gigi serta doter spesialis obstetrik dan ginekologi dalam pemeriksaan ANC.
Asuhan diberikan pada Ny.S G1P0 usia kehamilan 31-32 minggu janin tunggal, hidup, intrauterine, letak kepala dengan fisiologis di BPM Bidan “NH” wilayah kerja Puskesmas Socah Bangkalan.
Asuhan kehamilan diberikan sesuai strandart ANC Terpadu, KSPR, dan program P4K. Asuhan persalinan mengacu pada APN 60 langkah,dan IMD. Asuhan masa nifas (KF) dan neonatus (KN) dilakukan kunjungan 3 kali sesuai standart pelayanan minimal. Dilanjutkan asuhan dengan memberikan pelayanan metode kontrasepsi yang dipilih.
Asuhan kehamilan dilakukan 2 kali sesuai standart pelayanan. Kunjungan pertama dan kedua tidak ditemukan keluhan apapun. Asuhan yang diberikan memberitahukan pada ibu tanda tanda persalinan, pemberian tablet FE dan vitamin, serta pencegahan penularan virus covid-19 dengan menerapkan prokes yang baik dan benar ketika diluar rumah. Selama proses persalinan dari kala 1 sampai dengan kala IV berlangsung secara normal, pertolongan persalinan telah sesuai dengan standart APN 60 langkah dan pendokumentasian dicatat dalam lembar partograf. Bayi lahir spontan berjenis kelamin perempuan, berat badan 2800 gr dan panjang badan 48 cm. Pada kunjungan nifas pertama sampai ketiga tidak ditemukan keluhan apapun. Pada kunjungan neonatus pertama sampai ketiga bayi tidak ada masalah, memastikan kebutuhan nutrisi bayi, bayi di beri ASI sesering mungkin atau setiap waktu saat bayi ingin menyusu. Pada asuhan kebidanan akseptor KB dilakukan sesuai standart, hasil pengkajian, pemeriksaan, penapisan (keadaan ibu normal), diberikan konseling, informed consent, informed choice dan ibu memilih kontrasepsi suntikan 3 bulan karena tidak akan mengganggu produksi ASI dengan status ibu sedang menyusui bayinya secara eksklusif.
Asuhan Ny. S dilakukan sesuai standart sehingga kondisi ibu kembali normal. Berdasarkan kesimpulan diatas, diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan asuhan kebidanan secara berkelanjutan meskipun pada kondisi pandemi covid-19 degan memenuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Mulai dari kehamian dan tetap mempertahankan pemeriksaan ANC terpadu sesuai jadwal sampai dengan pelayanan kontrasepsi. Untuk mendeteksi secara dini adanya komplikasi yang terjadi pada ibu sehingga dapat dilakukan penanganan secara dini apabila terjadi komplikasi dan diharapkan petugas terus melakukan edukasi pada pasien.
Tidak tersedia versi lain