Text
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA Ny . “N” G1P00000 USIA KEHAMILAN 35-36 MINGGU, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS DAN PELAYANAN KONTRASEPSI DI BPM “B” WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANGO KAB. SUMENEP
Kehamilan merupakan proses alamiah dimana sperma menembus ovum sehingga terjadinya konsepsi dan fertilisasi sampai lahirnya janin. Pada masa hamil banyak memunculkan ketidaknyamanan dan masalah. Begitu pula pada masa masa persalinan dan nifas. Untuk itu dibutuhkan asuhan secara continuity of care yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan sehingga tidak terjadi komplikasi.
Studi kasus dilakukan pada Ny. N G1P0000Usia Kehamilan 35 minggu, Pendekatan yang digunakan yaitu asuhan dengan manajemen kebidanan sesuai standar, yang dilaksanakan secara berkesinambungan (continuity of care) sejak trimester III, persalinan dan bayi baru lahir, nisas asuhan neonates samapai pelayanan kontrasepsi. Data yang diperoleh berasal dari sumber data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data melalui anamnesa, observasi dan dokumentasi, sedangkan diagnosa yang ditegakkan berdasarkan nomenklatur kebidanan. Secara keseluruhan proses asuhan pada kehamilan, persalinan, nifas dan asuhan neonatus serta pelayanan kontrasepsi dilakukan dengan menggunakan pendokumentasian SOAP. Asuhan kebidanan dilaksanakan di PMB ‘B’, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, mulai bulan September 2020 s/d Mei 2021.
Pada kunjungan pertama didapatkan Ny. N G100000 usia kehamilan 35-36 minggu, dengan keluhan nyeri pinggang. Penatalaksanaan yaitu HE tentang cara mengurangi keluhan nyeri pinggang, dan meminta ibu untuk tetap menjaga pola makan, menerapkan protocol kesehatan selama pandemic, yakni rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, ibu bersedia melakukan anjuran bidan. Pada kunjungan kedua keluhan nyeri pinggang teratasi, penatalaksanaan yaitu HE tentang persiapan persalinan. Proses persalinan dari kala 1 sampai dengan kala IV berlangsung secara normal, pertolongan persalinan secara APN dan menggunakan APD lengkap untuk perlindungan diri, pendokumentasian dicatat dalam lembar partograf. kunjungan nifas pertama didapatkan keluhan perut terasa mulas setelah diberikan asuhan masalah dapat teratasi.pada kunjungan kedua dan ketiga tidak ada keluhan, pada KF3 memberikan KIE tentang macam-macam kontrasepsi. Pada kunjungan pertama sampai ketiga bayi tidak ada masalah, memastikan kebutuhan nutrisi bayi, bayi di beri ASI sesering mungkin saat bayi ingin menyusu, berat badan bayi naik yaitu BB lahir : 2900 gram dan berat badan sekarang 3500 gram. Pada kunjungan KB ibu menggunakan KB suntik 3 bulan.
Asuhan kebidanan secara berkelanjutan mulai dari masa hamil sampai pelayanan pemilihan kontrasepsi telah dilakukan sesuai dengan standar dan menggunakan APD lengkap untuk perlindungan diri. Berdasarkan kesimpulan diatas, diharapkan petugas dapat mempertahankan dan meningkatkan pelayanan asuhan kebidanan secara continuity of care sehingga dapat mendeteksi, mencegah dan memberikan penatalaksanaan secara dini apabila terjadi komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi.
Tidak tersedia versi lain