Text
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA KEHAMILAN TRIMESTER III, PERSALINAN DAN BBL, NIFAS, NEONATUS, DAN KELUARGA BERENCANA (RISIKO TINGGI, GRANDEMULTI) DI PMB “N” WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOCAH
Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah namun dapat berubah menjadi kearah yang patologis. Kehamilan ini diharapkan dapat berjalan secara fisiologis agar tidak membahayakan kesehatan ibu maupun janin. Untuk itu dibutuhkan upaya pengawasan dan perawatan secara Continuity of Care yang diberikan pada kehamilan hingga KB bertujuan untuk mendeteksi dini adanya fakor risiko dan mengantisipasi terjadinya komplikasi pada kehamilan hingga KB. Studi kasus ini dilakukan terhadap Ny “E” mulai pada kehamilan trimester III di kunjungan pertama ditemukan usia ≥35 tahun, kehamilan ≥4, nilai KSPR 10 sehingga ditemukan diagnosa GIVPIIIA0 UK 32-33 minggu dengan masalah aktual kehamilan risiko tinggi, pada kunjungan kedua ibu mengalami nyeri perut bagian bawah sehingga ditemukan diagnosa GIVPIIIA0 UK 34-35 minggu dengan masalah aktual nyeri perut bagian bawah dan kehamilan risiko tinggi, Pada kunjungan ketiga ibu mengalami sering kencing dimalam hari sehingga ditemukan diagnosa GIVPIIIA0 UK 38 minggu dengan masalah aktual sering kencing dimalam hari dan kehamilan risiko tinggi. Pada Proses persalinan kala I mengalami patologis yang disebabkan tidak ada kemajuan pembukaan dan his tidak adekuat sehingga diterapkan diagnosa GIVPIIIA0 UK 40 minggu Inpartu kala I fase aktif dengan inersia uteri dan secondary arrest. Pada BBL tidak ditemukan masalah sehingga diterapkan diagnosa BBL cukup bulan besar masa kehamilan. Pada kunjungan nifas pertama terdapat keluhan nyeri luka jahitan diperut, belum flatus dan konstipasi sehingga didapatkan diagnosa PIVA0 15 jam post SC dengan masalah aktual luka jahitan diperut, belum flatus dan konstipasi. Pada kunjungan kedua terdapat keluhan payudara keras terasa nyeri sehingga didapatkan diagnosa PIVA0 post SC hari ke-4 dengan masalah aktual bendungan ASI. Pada kunjungan ketiga tidak ditemukan masalah sehingga didapatkan diagnosa PIVA0 post SC hari ke-32. Pada kunjungan neonatus pertama dan ketiga bayi tidak ada masalah. Pada kunjungan kedua bayi mengalami penurunan BB dan sering meminum susu formula dibandingkan ASI, sehingga didapatkan diagnosa neonatus cukup bulan usia 4 hari dengan masalah aktual penurunan BB dan tidak ASI ekslusif. Pada alat kontrasepsi ibu menggunakan KB MOW sehingga diterapkan diagnosa PIVA0 akseptor MOW.
Tidak tersedia versi lain