Text
Uji Nilai Kalor Arang Briket Dari Sabut Siwalan Menggunakan Perekat Daun Kembang Sepatu Tahun 2019
Energi merupakan salah satu komponen yang sangat penting bagi manusia untuk kelangsungan hidupnya sehari-hari. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan tingkat konsumsi energi semakin meningkat sehingga diperlukan suatu upaya untuk mendapat energi terbarukan. Energi terbarukan bisa dihasilkan dengan menggunakan bahan buangan, Kabupaten Tuban sebagai sebagai penghasil siwalan yang cukup besar mempunyai potensi untuk pengembangan briket. Limbah yang dihasilkan dari produk siwalan sangat banyak dan menimbulkan masalah lingkungan, salah satunya adalah kulit siwalan. Berawal dari hal tersebut, penelitian ini ditujukan untuk untuk mengetahui kualitas dan nilai kalor dari briket arang sabut siwalan yang mengandung cukup tinggi selulosa.
Penelitian ini dilakukan dengan cara uji nilai kalor, kadar air, kadar abu dan laju pembakaran terhadap produk briket sabut siwalan yang telah dilakukan penambahan perekat daun kembang sepatu guna mengurangi polusi yang timbul dengan kekentalan yang berbeda yaitu A1(40g daun kembang sepatu : 100ml air), A2(60g daun kembang sepatu : 100ml air), A3(80g daun kembang sepatu : 100ml air), dan A4(100g daun kembang sepatu : 100ml air).
Dari hasil penelitian, mendapatkan hasil briket mempunyai kadar air terendah pada perlakuan A4 1,18% dan abu terendah juga pada perlakuan A4 1,20 %, dengan kadar air dan abu yang rendah briket ini mudah terbakar dengan laju pembakaran selama 2 jam 12 menit pada perlakuan A4.
Dapat disimppulkan bahwa dengan nilai kalor tertinggi pada perlakuan A4 (5019,06 kal/g) sangat mempengaruhi kualitas briket dan cocok digunakan sebagai bahan bakar alternative mengingat bahan yang diperlukan mudah ditemui dan ramah lingkungan. Diharapkan dengan penelitian ini bias menjadi referensi masyarakat dalam pengelolaan sampah dalam upaya pelestarian lingkungan.
Tidak tersedia versi lain