Text
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Puskesmas Di Wilayah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2019
Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan menghasilkan limbah cair yang bersifat infeksius sebagai hasil samping dari kegiatannya. Limbah cair yang tidak dikelola dengan baik akan mencemari lingkungan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah cair puskesmas sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur No.72 Tahun 2013 untuk parameter suhu, pH, BOD, dan total coliform, serta Pedoman Teknis Pengolahan Limbah Cair.
Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah puskesmas di Kabupaten Sidoarjo. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium sampel dari influen dan efluen IPAL yang masing-masing dilakukan tiga kali replikasi, observasi menggunakan lembar observasi, serta lembar wawancara.
Hasil menunjukkan bahwa besarnya volume limbah cair tergantung dari jumlah tempat tidur rawat inap, karyawan, dan pengunjung atau pasien puskesmas. Kualitas limbah cair dari 2 puskesmas yang tidak memenuhi baku mutu yaitu pada parameter total coliform. Penurunan kadar total coliform pada IPAL Puskesmas di Kabupaten Sidoarjo juga belum maksimal (35,80%). Berdasarkan hasil observasi pengelolaan IPAL diketahui bahwa puskesmas belum melaksanakan beberapa ketentuan terkait sumber daya manusia (50%); pedoman teknis; dan perawatan atau pemeliharaan IPAL (25%).
Disimpulkan bahwa pengelolaan IPAL puskesmas masuk dalam kategori cukup. Saran yang diberikan bagi puskesmas adalah memasang alat pengukur debit, melakukan proses desinfeksi dan penambahan suplai oksigen pada proses aerasi, melakukan pelatihan dan edukasi pada pengelola IPAL, melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengeluarkan buku pedoman teknis terkait IPAL.
Tidak tersedia versi lain