Text
Pengolahan Limbah Cair Tahu Dengan Metode Koagulasi Untuk Menurunkan Kandungan BOD, COD, Dan TSS Tahun 2019
Limbah industri tahu mengandung bahan organik yang cukup tinggi, karena bahan baku yang digunakan adalah kedelai. Kedelai merupakan sumber protein yang cukup besar antara 40-60%. Limbah cair ini mengandung banyak zat organik yang apabila langsung dibuang ke badan air maka bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses oksidasi. Kurangnya oksigen dalam air dapat mengakibatkan kematian pada ikan dan dapat menimbulkan bau busuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pengolahan limbah cair dengan metode koagulasi menggunakan tawas untuk menurunkan kandungan BOD, COD dan TSS.
Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eskperimental Design dengan rancangan penelitian “ One Group Pretest-Posttest Design” dan dianalisis secara analitik menggunakan uji One Way Anova. Hasil pemeriksaan rata-rata kandungan BOD, COD dan TSS secara berturut-turut menggunakan dosis tawas 500 mg/l, 1000 mg/l dan 1500 mg/l yaitu sebesar 241,63 ppm; 102,75 ppm; 49,81 ppm. 472,34 ppm; 200,83 ppm; 95,95 ppm, 238,49 ppm; 161,65 ppm; 129,96 ppm. Presentase penurunan terbesar terjadi pada perlakuan 1500 mg/l tawas yaitu BOD sebesar 86,5%; COD sebesar 85,955%; TSS sebesar 74,26%. Uji One Way Anova menunjukkan hasil p<0.05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa metode koagulasi menggunakan bahan koagulan tawas dapat menurunkan kandungan BOD, COD dan TSS dalam limbah cair. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan BOD dan COD sudah dibawah baku mutu air limbah menurut Peraturan Gubernur Jawa Timur No 72 tahun 2013. Kandungan TSS belum dibawah baku mutu air limbah.
Penggunaan dosis koagulan tawas 1500 mg/l merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kandungan BOD dan COD.
Tidak tersedia versi lain