Text
Gambaran penyakit DBD dan upaya pengendalan yang dilakukan masyarakat Desa Blimbing di wilayah kerja Puskesmas Blimbing Kesamben Tahun 2018
WHO (World Health Organization) 2012, memperkirakan populasi di dunia diperkirakan resiko terhadap penyakit DBD mencapai 2,5 - 3 miliar terutama yang tinggal di daerah perkotaan di negara tropis dan subtropis. Penyakit DBD di Indonesia pertama kali di temukan di Surabaya pada tahun 1968 .Dengan jumlah penderita yang meningkat dan penyebaran yang semakin meluas penyakit demam berdarah menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia.Di Kabupaten Jombang jumlah penderita DBD pada tahun 2016 sebesar 783 orang, Kasus DBD terbanyak di empat kecamatan yaitu :Diwek 152 kasus, Jogoroto 85 kasus, Jombang 79 kasus dan Sumobito 68 kasus. Penyebaran DBD bisa dicegah dengan melakukan PSN 3M (Menguras,Menutup, Mengubur,) Plus.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penyakit DBD dan upaya pengendalian yang dilakukan masyarakat dalam mendukung program PSN 3M Plus di Desa Blimbing di Wilayah Kerja Puskesmas Blimbing Kesamben Kabupaten Jombang.
Metode : Desain penelitian adalah deskriptif, populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat dusun Blimbing desa Blimbing Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang pada bulan Maret berjumlah 512 keluarga dan besar sampel sebanyak 84 keluarga dengan menggunakan teknik sampling adalah Simple Random Sampling.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 2 Januari-16 Maret 2018, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (94%) gambaran pelaksanaan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dalam pencegahan penyakit DBD oleh masyarakat dusun Blimbing desa Blimbing dilaksanakan oleh 79 keluarga dan tidak dilaksanakan sebesar (6%) sejumlah 5 keluarga.
Pembahasan : Sebagian besar sebanyak 79 keluarga melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) 3 M Plus.Keadaan tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh factor umur, pendidikan, informasi, dan sumber informasi.
Tidak tersedia versi lain