Text
Perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas IV SD Muhammadiyah I Ponorogo Tahun 2018
Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah “Program Indonesia Sehat” dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, Proporsi penduduk umur ≥ 10 tahun yang berperilaku cuci tangan dengan benar di Indonesia sebesar 47,0%. Studi Pendahuluan yang telah dilakukan di SD Muhammadiyah I Ponorogo ketika berada di sekolah hanya delapan dari dua puluh siswa, mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku siswa terhadap cuci tangan pakai sabun.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan kuesioner. Objek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV dengan sampel sebesar 63 siswa dari 170 populasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling.
Penelitian perilaku siswa SD Muhammadiyah I Ponorogo dapat dilihat dari pengetahuan, sikap dan tindakan. Hasil penilaian pengetahuan siswa tentang cuci tangan pakai sabun yang termasuk baik sebesar 57%. Sikap siswa yang termasuk baik sebesar 84%. Tindakan siswa yang termasuk kurang sebesar 54%. Perilaku siswa yang termasuk cukup sebesar 52%. Faktor yang mempengarui terbentuknya perilaku siswa adalah faktor pemudah, faktor pemungkin dan faktor penguat. Faktor pemudah yaitu pengetahuan dan sikap siswa. Sedangkan faktor pemungkin adalah tempat cuci tangan dan sabun cuci tangan. Lalu faktor penguat adalah petugas kesehatan sekolah.
Kesimpulan bahwa perilaku siswa kelas IV SD Muhammadiyah I Ponorogo termasuk cukup. Saran yang dapat diberikan kepada pihak sekolah berupa pemasangan poster cuci tangan pakai sabun di mading sekolah agar menambah pengetahuan serta membiasakan perilaku siswa dalam mencuci tangan dengan sabun.
Tidak tersedia versi lain