Text
Pemanfaatan sekam padi sebagai karbon aktif untuk menurunkan kadar COD limbah cair batik (Studi terhadap limbah cair industri rumah tangga batik di kampung batk Jetik Sidoarjo Tahun 2018)
Salah satu pemilik industri rumah tangga batik di Kampung Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo menghasilkan limbah cair yang mengandung kadar COD yang tinggi yakni sebesar 652,50 ppm, sehingga perlu adanya pengolahan untuk menurunkan kadar COD pada limbah cair sebelum dibuang di lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui kemampuan karbon aktif sekam padi dalam menurunkan kadar COD limbah cair batik sesuai baku mutu Pergub Jatim No. 72 tahun 2013
Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen (Pre experimental design) dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest Design yang membandingkan antara penurunan kadar COD sebelum dan sesudah melalui proses pengolahan, dengan variasi waktu kontak 20 menit, 30 menit dan 40 menit terhadap adsorben karbon aktif sekam padi sebanyak 4 gram dalam 100 ml limbah. Pengukuran kadar COD sebelum dan sesudah menggunakan metode reflux. Uji statistik yang digunakan yaitu One Way Anova.
Presentase penurunan kadar COD pada limbah cair batik terkecil pada perlakuan waktu kontak 20 menit 46,02% dan nilai penurunan sebesar 300,31 ppm. Sedangkan presentase penurunan kadar COD terbesar pada perlakuan waktu kontak 40 menit dengan presentase penurunan kadar COD sebesar 85,35% dan nilai penurunan sebesar 556,93 ppm. Kadar COD sebelum perlakuan menggunakan karbon aktif sekam padi yaitu 652,50 ppm dan setelah perlakuan menjadi 95,57 ppm.
Karbon aktif sekam padi efektif digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar COD pada limbah cair industri batik dengan waktu kontak optimum yaitu 40 menit. Saran bagi industri terkait agar dapat menggunakan penelitian ini dalam menurunkan kadar COD dengan menggunakan sekam padi sebagai bahan baku karbon aktif
Tidak tersedia versi lain