Text
Studi tentang perilaku hygiene penjamah makanan di Instalasi gizi (Rumah Sakit Umum Anwar Medika Krian - Sidoarjo Tahun 2018)
Instalasi gizi sangat berperan penting dalam menyediakan makanan dengan kualitas sesuai dengan kebutuhan gizi dan jenis penyakit. Tindakan merupakan implementasi langsung dari perilaku yang mana menjadi salah satu faktor yang akan berpengaruh terhadap kualitas pangan yang dihasilkan. Observasi awal di instalasi gizi rumah sakit ditemukan penjamah makanan yang berbicara saat mengolah, menggaruk-garuk anggota tubuh (lubang hidung, rambut), menggunakan perhiasan, tidak menggunakan sarung tangan sekali pakai, dan menggunakan alas kaki luar area. Pemeriksaan angkan kuman dengan batas maksimal 10.000 kloni/gram, menunjukkan tempe bali 13.000 koloni/gram dan rolada seafood 12.050 koloni/gram. Hasil pemeriksaan MPN Coliform air bersih dengan syarat 10/100ml menunjukkan 240/100ml dan pemeriksaan Ecoli air minum dengan syarat 0/100ml menunjukkan hasil 23/100ml.
Penelitian deskriptif dengan sampel 14 penjamah makanan, dengan tujuan mengambarkan perilaku hygiene penjamah makanan dengan kuisioner, wawancara dan observasi.
Hasil menunjukkan 71,43% berpengetahuan cukup dan 28,57% berpengetahuan baik, 100% memiliki sikap yang baik, 42,86% bertindak cukup dan 57,14% bertindak baik serta 42,86% dan 28,57% berperilaku cukup dan 71,43% berperilaku baik.
Rumah Sakit sebaiknya memberikan pelatihan bersertifikat kepada penjamah, memberi teguran bagi penjamah yang bertindak tidak sesuai, menambah dan memperbaiki sarana pendukung hygiene penjamah makanan.
Tidak tersedia versi lain