Text
Arang aktif kulit siwalan sebagai media penurun bau, warna dan zat organik pad air sumur Tahun 2018
Desa Siwalan yang berada di Kota Gresik menimbulkan permasalahan bagi keadaan desa dan lingkungan berupa limbah kulit buah siwalan yang dibiarkan menumpuk, berserakan hingga membusuk tanpa adanya proses pengolahan yang dilakukan. Tercemarnya air sumur oleh lindi yang ada di Daerah Keputih Tegal Timur 1, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya membuat bau, warna, dan zat organik dari air sumur melebihi standar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui arang aktif kulit siwalan sebagai media penurun bau, warna, dan zat organik pada air sumur.
Penelitian ini rancangan Pra Eksperimental jenis One Group Pretest-Posttest Design. Dalam penelitian ini jumlah replikasi 3 dengan 6 kali perlakuan pengulangan pada setiap replikasi, sehingga dalam penelitian ini didapatkan jumlah sampel sebanyak 18.
Pengolahan air sumur menggunakan media serbuk arang aktif kulit siwalan dengan ketebalan media 50 cm, 60 cm, dan 70 cm dalam menurunkan kadar bau, warna, dan zat organik mendapatkan hasil : air sumur tidak berbau, ketebalan 50 cm rata-rata kadar warna 133 TCU dengan presentase penurunan 73,4%, dan kadar zat organik 65,92 Mg/l dengan presentase penurunan 27,03%. Ketebalan 60 cm rata-rata kadar warna 152 TCU dengan presentase penurunan 69,6%, dan kadar zat organik 66,92 Mg/l dengan presentase penurunan 25,85%. Ketebalan 70 cm rata-rata 464 TCU dengan presentase penurunan 7,2%, dan kadar zat organik 74,09 Mg/l dengan presentase penurunan 17,90%.
Ketebalan media serbuk arang aktif kulit siwalan yang paling baik dalam menurunkan bau, warna, dan zat organik pada ketebalan 50 cm. Saran yang dapat diberikan adalah pemanfaatan kembali limbah kulit siwalan sebagai media filter alami dalam upaya mengurangi penumpukan sampah dan mensejahterakan masyarakat dalam sistem pengelolaan air bersih secara sederhana dengan variasi berbagai media.
Tidak tersedia versi lain