Text
Hubungan jenis sumber air bersih dan kualitas bakteriologis dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran Surabaya (Studi di Kelurahan Bulak Kecamatan Bulak Tahun 2018)
Angka kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Kenjeran Surabaya 2017 cenderung fluktuatif, sebanyak 471 kasus (prevalensi rate 2,4 per 10.000). Masyarakat masih memanfaatkan jenis sumber air bersih SGL. Pada survey pendahuluan angka MPN Coliform >2000/100 ml dan E. coli >100/100 ml pada sumber Sumur Gali Terlindung (SGL). Hal ini tidak sesuai pada Permenkes No. 32 Tahun 2017 bahwa MPN Coliform non-perpipaan (tidak boleh >50/100 ml dan E. coli 0/100 ml). Tujuan penelitian, untuk mengetahui hubungan jenis sumber air bersih dan kualitas bakteriologis terhadap kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Kenjeran.
Metode penelitian menggunakan studi Case Control dengan teknik sampling System Random Sampling. Besar sampel sebanyak 26 terdiri dari 13 kasus dan 13 kontrol. Data dianalisis dengan Uji Exact Fisher.
Hasil penelitian menunjukkan pengguna Sumur Gali Terlindung (SGL) sejumlah 17 responden dan PDAM 9 responden. Kualitas fisik air yang tidak memenuhi syarat terutama karena keruh sebesar 16 responden dan memenuhi syarat sejumlah 10 responden. Kualitas bakteriologis yang tidak memenuhi syarat sebagian besar tidak memenuhi syarat (83,3%). Pada uji hubungan ditemukan ada hubungan antara jenis sumber air bersih dan kualitas bakteriologis (MPN Coliform dan E. coli) terhadap kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Kenjeran Surabaya.
Masyarakat disarankan melakukan pencegahan dari kontaminasi dengan menutup Sumur Gali, mulai menggunakan pompa dan menggunakan tendon agar air memiliki masa tunggu agar tidak keruh.
Tidak tersedia versi lain