Text
Potensi ekstrak daun trembesi (Samanea saman) sebagai biolarvasida Aedes Aegypti Tahun 2017)
Pada tahun 2016, di Provinsi Jawa Timur tercatat penderita DBD sebanyak 20.707 orang, dan sebanyak 284 diantaranya meninggal. Untuk menurunkan kejadian penyakit DBD dapat dilakukan pemberantasan larva Aedes aegypti namun penggunaan larvasida yang bersifat kimia secara terus menerus akan menyebabkan resistensi. Daun Trembesi mengandung zat aktif Saponin, Tanin, Flavonoid yang berpotensi sebagai biolarvasida. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan apakah ekstrak daun trembesi (Samanea saman) berpotensi sebagai biolarvasida Aedes aaegypti.
Jenis Penelitian ini adalah eksperimen. Populasi penelitian adalah larva Aedes aegypti instar III. Prosedur penelitian meliputi pra eksperimen dengan 4 variasi konsentrasi ( 0.25% , 0.5% , 0.75% dan 1% ) dengan 3 kali pengulangan. Serta eksperimen dengan 3 variasi konsentrasi ( 0.25% , 0.5% dan 0.75%) dengan 6 kali pengulangan. Data diperoleh dengan menghitung kematian larva Aedes aegypti yang mati setiap jam selama 24 jam. Sedangkan menentuka Nilai LC50 dan LT50 menggunakan analisis probit dan dilakukan pengukuran lingkungan fisik (pH, Suhu dan Kelembaban) saat pengamatan.
Presentase rata-rata kematian larva Aedes aegypti pada konsentrasi 0.25%, 0.5% dan 0.75% selama 24 jam adalah 32%, 56% dan 72%. Nilai LC50 terletak pada konsentrasi 0,569%. Nilai LT50 pada konsentrasi 0.25% terletak pada jam ke 32, pada konsentrasi 0.5% terletak pada jam ke 23 dan pada konsentrasi 0.75% terletak pada jam ke 19. Dan lingkungan fisik tidak mempengaruhi kematian larva Aedes aegypti.(41)
Ekstrak daun trembesi (Samanea saman) berpotensi sebagai biolarvasida Aedes aegypti. Disarankan agar dapat dikembangkan dengan uji coba pada spesies larva nyamuk lain.
Tidak tersedia versi lain