Text
Pemanfaatan urun sapi sebagai bahan baku pupuk organik cair (Studi eksperimen penambahan aktifator air kelapa dan gula merah Tahun 2017)
Limbah sapi adalah salah satu sampah dari kegiatan manusia.Urin sapi harus dikelola dengan baik untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Pengelolaan urin sapi dengan cara mengubahnya menjadi pupuk yang di tambahkan aktivator air kelapa, gula merah dan EM4 dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan bermanfaat bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa urin sapi sebagai bahan baku pupuk organik cair.
Jenis penelitian ini bersifat True Experiment, dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Metode penelitian ini mengukur kadar Nitrogen, Fosfor dan Kalium pada kelompok perlakuan dan kontrol dengan dosis perbandingan air kelapa dan gula merah 240:16, 160:8 dan 200:12. Lokasi penelitian dilaksanakan di desa Tugu Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan. Data diolah menggunakan tabulasi selanjutnya dideskripsikan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian No.70/Permentan/SR.140/10/2011.
Hasil uji pengukuran kadar NPK yang paling tertinggi nilai rata - ratanya yaitu pada perlakuan 1 dengan dosis perbandingan 240:16. Untuk nilai pH semua pupuk cair memenuhi standart yaitu 5 – 6. Setelah di aplikasikan pada tanaman yang pertumbuhannya cepat yaitu pada tanaman yang di beri pupuk dengan dosis 240:16.
Penambahan EM4, aktivator air kelapa dan gula merah dapat mengubah urin sapi menjadi pupuk cair yang kadar Nitrogen dan Kalium memenuhi syarat namun untuk kadar Fosfor belum memenuhi syarat. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai dosis yang efektif dalam pembuatan pupuk cair organik yang memenuhi syarat Peraturan Menteri Pertanian No.70/Permentan/SR.140/10/2011Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah.
Tidak tersedia versi lain