Text
Hubungan karakteristik individu dengan ambang pendengaran tenaga kerja (Studi pada bagian IWP - PT Ispat Indo Tahun 2017)
Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat proses produksi yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Selain kebisingan, faktor yang menyebabkan penurunan pendengaran adalah karakteristik individu seperti umur, masa kerja dan pemakaian Alat Pelindung Telinga. Ispat Wire Product memiliki area kerja dengan intensitas kebisingan yang melebihi nilai ambang batas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik individu (umur, masa kerja dan pemakaian alat pelindung telinga) dengan ambang pendengaran tenaga kerja.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pengukuran. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 tenaga kerja yang terpapar bising. Teknik Pengambilan sample yang digunakan adalah proporsional random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik uji Chi Square dengan menggunakan SPSS versi 20.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pemakaian Alat Pelindung Telinga dengan ambang pendengaran telinga kanan (p=0,005) dan telinga kiri (p=0,004). Namun tidak terdapat hubungan antara umur dengan ambang pendengaran telinga kanan (p=0,631) dan kiri (p=0,635) serta masa kerja dengan ambang pendengaran telinga kanan (p=0,052) dan kiri (p=0,169).
Pemakaian Alat Pelindung Telinga pada area kerja yang intensitas kebisingannya melebihi nilai ambang batas dapat mencegah penurunan ambang pendengaran.
Tidak tersedia versi lain