Text
Potensi ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L) sebagai repellent bagi nyamuk Aedes Aegypti Tahun 2017
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Salah satu upaya penanggulangan vektor DBD adalah dengan menggunakan repellent, namun repellent memiliki bahan aktifdiethyltoluamide (DEET) yang merupakan bahan beracun dan bersifat korosif. Karenanya, diperlukan pemanfaatan bahan alam yang memiliki aktivitas repellentnyamuk, salah satunya menggunakan ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak belimbing wuluh dengan konsentrasi 20%, 30%, dan 40% dalam bentuk spray serta menghitung lama waktu perlindungan (proteksi) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Data hasil percobaan disajikan dalam bentuk tabel dan dilakukan analisis dengan uji Kruskal-Wallis.
Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan jumlah nyamuk yang kontak pada tangan kanan di kelompok kontrol dan kelompok uji. Rata-rata nyamuk yang kontak pada kelompok kontrol sebanyak 9 ekor, kelompok uji 20% sebanyak 4 ekor dengan lama perlindungan 2 menit, kelompok uji 30% sebanyak 2 ekor dengan lama perlindungan 1 jam, dan kelompok uji 40% sebanyak 2 ekor dengan lama perlindungan 2 jam.
Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak belimbing wuluh yang memiliki potensi paling baik yaitu konsentrasi 40% karena mampu memberikan daya proteksi lebih dari 90% terhadap nyamuk uji. Namun belum dikatakan efektif karena hanya memberikan lama perlindungan selama 2 jam. Yang perlu menjadi penelitian selanjutnya yaitu uji potensi ekstrak belimbing wuluh terhadap nyamuk jenis yang lain dengan penambahan bahan fiksatif.
Tidak tersedia versi lain