Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak, terutama balita, akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan faktor pengasuhan/lingkungan yan
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak, terutama balita, akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan faktor pengasuhan/lingkungan yang kurang mendukung, sehingga anak memiliki tinggi atau panjang badan lebih pendek dari standar usianya. Menurut WHO, anak disebut stunting bila tinggi badan menurut umur berada di bawah -2 standar deviasi dari standar pertumbuhan WHO. Stunting bukan sekadar anak pendek. Anak yang pendek karena faktor genetik belum tentu stunting. Stunting berkaitan dengan gangguan pertumbuhan jangka panjang dan dapat berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, dan produktivitas saat dewasa. WHO menyebut stunting sebagai akibat malnutrisi kronis atau berulang, dan Kemenkes menekankan bahwa masalah ini banyak terjadi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu sejak kehamilan sampai anak usia 2 tahun. Penyebab utamanya antara lain asupan gizi ibu hamil dan anak yang kurang, pemberian ASI/MP-ASI yang tidak optimal, infeksi berulang, sanitasi buruk, akses air bersih terbatas, serta kurangnya pemantauan pertumbuhan anak. Pencegahannya dilakukan dengan pemenuhan gizi ibu hamil, ASI eksklusif 6 bulan, MP-ASI bergizi seimbang, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang di posyandu/puskesmas, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera menangani infeksi atau penyakit pada anak.
selengkapnya
▼